Selasa, 16 Juni 2009

Bentuk Dan Nama Connector Untuk Cable Coaxial .

Amphenol Connector Rg - 8 Rg - 58 .
Connector PL Female - PL Female.

Connector N Female to F male.


Connector Pl Female T.



Connector straight.




Connector SMA Female to BNC Female.





Connector PL Female to Screw.






Connector PL Male to Rg - 58 Crimp.







Connector PL Male to BNC.








Connector PL Female to SMA Male.









Connector PL Bracket for car.










Connector PL to Pin Screw.











Connector N to Rg - 58 Crimp.












Connector NF to NM Angle.













Connector NF to Chasis.














Connector N Chasis female connector.















Connector D 10 Pl for Heliax 1/2 inch.
















Connector BNC to Stereo.

















Connector BNC M to SMA F.


















Connector BNC M-Crimp.



















Connector BNC Chasis.




















Connector PL female - BNC male.






















Connector SO-239 Female Chasis Single Hole.























Connector PL male - N female.
























Connector BNC , T model.

























Flange 7/8 andrew heliax connector.


























Rabu, 03 Juni 2009

Model Antena Pemancar Fm.

Antena 5/8 .
Antena Sira.

Antena OMB stainlees Steel.


Selasa, 26 Mei 2009

Empat Solusi Bagi Radio Komunitas


Minimnya ketersediaan kanal yang diperuntukan bagi radio komunitas hingga pada akhirnya membuat mereka kesulitan mendapatkan izin penyiaran, kemungkinan bisa dipecahkan dengan beberapa solusi. Anggota KPID Jabar, Muhammad Zein Al-faqih mengungkapkan ada empat jalan keluar mengenai persoalan ini.
Pertama, kata Zein, bila terdapat sejumlah radio komunitas dalam satu wilayah yang saling berdekatan, sebaiknya antara radio komunitas tersebut melakukan merger menjadi satu radio komunitas.
Kedua, diantara radio-radio tersebut bisa diadakan kesepakatan dengan pembagian waktu siaran (time sharing) masing-masing radio dalam satu hari ini.Kemudian, solusi
ketiga, jika jarak antara radio komunitas masing-masing saling berdekatan, mereka bisa diminta untuk berpindah lokasi atau keluar minimal sejauh 2,5 km dari siaran radio komunitas yang lainnya. Tapi hal ini, mesti disesuaikan dengan peluang frekuensi yang terdapat di wilayah tersebut.
Keempat, jika ketiga solusi tersebut tidak bisa dijalankan, maka jalan satu-satunya yang bisa ditempuh oleh radio-radio tersebut adalah masuk dalam tahap seleksi. "Tahap ini merupakan tahap terakhir yang ditempuh jika solusi-solusi tersebut tidak bisa diterima atau berjalan," kata Zein.Dalam kesempatan tersebut, Zein juga menjelaskan mengenai penggunaan kanal radio komunitas yang hanya satu kanal padahal tersedia 3 kanal untuk mereka dalam setiap wilayah siaran (kecamatan). Menurutnya, sesuai dengan PP 51 dan juga fakta yang ada dilapangan seperti di Jabar, sebenarnya hanya satu kanal yang bisa digunakan untuk radio tersebut bersiaran.

Sumber : kpi.go.id
Posting : radio akbar fm

Rabu, 29 April 2009

Teknik penulisan naskah berita radio


Meskipun merupakan media audio, naskah dan berita radio tidak lepas dari tulis menulis. Hanya saja teknik dan bentuk tulisannya sangat berbeda dengan pembuatan naskah berita media cetak.
Karena radio mengandalkan telinga pendengar yang kemampuannya terbatas, maka tulisan yang disampaikan harus singkat namun jelas. Dalam teori penulisan berita radio, disebut KISS - Keep It Short and Simple. Agar tidak kaku dan enak didengar, untuk menulis naskah berita radio harus menggunakan bahasa tutur atau bahasa percakapan.
Hal-hal lain yang juga perlu diperhatikan dalam menulis naskah dan berita radio adalah:
jangan menggunakan kalimat majemuk
jangan menggunakan kata-kata negatif
jangan menggunakan kalimat pasif
jangan terlalu banyak menggunakan angka-angka apalagi angka-angka rumit. jika terpaksa, harus disederhanakan dengan menggunakan kata ’sekitar, berkisar, antara, kurang lebih’ dan lain sebagainya
jangan terlalu banyak menggunakan singkatan
jangan terlalu banyak memakai istilah asing
untuk memudahkan penyiar / newscaster, tulis nama, angka atau istilah dalam bahasa asing sesuai cara bacanya. Misalnya: 270 ditulis duaratus tujuhpuluh. Writer ditulis wraiter, dll
biasanya pangkat/titel/gelar tidak perlu digunakan, kecuali jika memang terkait erat dengan isi berita
ingat, satu berita satu cerita, satu kalimat satu ide
biasakan membuat lead atau kepala berita yang bisa menarik perhatian pendengar.
durasi berita jangan terlalu panjang .
Sumber : radioclinic.com
Posting : radio akbar fm

Senin, 06 April 2009

1 April Diusulkan Jadi Hari Penyiaran

Beberapa kalangan dan pemerhati dunia penyiaran di Jawa Tengah mengusulkan supaya Tanggal 1 April dijadikan sebagai Hari Penyiaran Nasional. Selain itu, mereka mengusulkan agar Mangkunegara VII (MN VII) sebagai Bapak Penyiaran Nasional. Usulan tersebut, menurut mereka, didasarkan pada fakta bahwa pada 1 April 1933 merupakan kali pertama lahirnya penyiaran radio modern milik pribumi yang penetapannya dilakukan di Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, saat dipimpin MN VII. Deklarasi untuk mendukung usulan tersebut dilakukan di Solo kemarin. Acara tersebut diikuti himpunan elemen penyiaran di Kota Solo dan sejumlah tokoh seperti Gesang dan Waldjinah. ”Pada 1 April 1933 lahir Solosche Radio Vereneeging (SRV),” kata anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Tengah Hari Wiryawan yang juga hadir dalam acara tersebut. Red

Sumber : kpi.go.id
Posting : radio akbar fm

Sabtu, 21 Maret 2009

Sejarah Penyiaran Dunia

Sejarah media penyiaran dunia dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu sejarah media penyiaran sebagai penemuan teknologi dan sejarah media penyiaran sebagai suatu industri. Sejarah media penyiaran sebagai penemuan teknologi berawal dari ditemukannya radio oleh para ahli teknik di Eropa dan Amerika. Sejarah media penyiaran sebagai suatu industri dimulai di Amerika. Dengan demikian, mempelajari sejarah media penyiaran dunia, baik sebagai penemuan teknologi maupun industri nyaris hampir sama dengan mempelajari sejarah penyiaran di Amerika Serikat. Pada bagian ini, akan dibahas sejarah penyiaran dunia dan juga sejarah penyiaran di Indonesia.Sejarah media penyiaran dunia dimulai ketika ahli fisika Jerman bernama Heinrich Hertz pada tahun 1887 berhasil mengirim dan menerima gelombang radio. Upaya Hertz itu kemudian dilanjutkan oleh Guglielmo Marconi (1874-1937) dari Italia yang sukses mengirimkan sinyal morse –berupa titik dan garis- dari sebuah pemancar kepada suatu alat penerima. Sinyal yang dikirimkan Marconi itu berhasil menyeberangi Samudera Atlantik pada tahun 1901 dengan menggunakan gelombang elektromagnetik.Sebelum Perang Dunia I meletus, Reginald Fessenden dengan bantuan perusahaan General Electric (GE) Corporation Amerika berhasil menciptakan pembangkit gelombang radio kecepatan tinggi yang dapat mengirimkan suara manusia dan juga musik. Sementara itu tabung hampa udara yang ketika itu bernama audion berhasil pula diciptakan. Penemuan audion menjadikan penerimaan gelombang radio menjadi lebih mudah.Radio awalnya cenderung diremehkan dan perhatian kepada penemuan baru itu hanya terpusat sebagai alat teknologi transmisi. Radio lebih banyak digunakan oleh militer dan pemerintahan untuk kebutuhan penyampaian informasi dan berita. Radio lebih banyak dimanfaatkan para penguasa untuk tujuan yang berkaitan dengan ideologi dan politik secara umum.Peran radio dalam menyampaikan pesan mulai diakui pada tahun 1909 ketika informasi yang dikirimkan melalui radio berhasil menyelamatkan seluruh penumpang kapal laut yang mengalami kecelakaan dan tenggelam. Radio menjadi medium yang teruji dalam menyampaikan informasi yang cepat dan akurat sehingga kemudian semua orang mulai melirik media ini.Pesawat radio yang pertama kali diciptakan, memiliki bentuk yang besar dan tidak menarik serta sulit digunakan karena menggunakan tenaga listrik dari baterai yang berukuran besar. Menggunakan pesawat radio ketika itu, membutuhkan kesabaran dan pengetahuan elektronik yang memadai.(Uraian lebih lengkap dapat anda baca pada buku Manajemen Media Penyiaran oleh Morissan, Penerbit Prenada Media 2008 pada Sumber :http://www.prenadamedia.com
Posting : radio akbar fm

Kamis, 12 Maret 2009

Memilih Ponsel Radio

Saat ini ponsel dengan fitur Radio FM sudah banyak beredar di pasaran. Harganya pun terbilang murah dan ekonomis, tapi tetap saja pengguna harus cermat memilih ponsel radio, terutama mencermati kualitas suara dan ketahanan fisik dari ponsel yang dipilih. Nah, bagi pengguna yang berniat membeli ponsel dengan fitur radio berikut beberapa cara membeli ponsel radio berkualitas.

1. Periksa koneksi antena eksternalBiasanya ponsel dengan fitur radio, menggunakan handsfree sebagai antena eksternal menangkap gelombang radio FM. Sebelum pengguna membeli, periksa dulu kekuatan koneksi port handsfree ponsel bersangkutan. Sebab, jika koneksi ini terlihat kendur atau kurang kuat, akan mengganggu kenikmatan pengguna ketika mendengarkan radio.

2. Pilih baterai ponsel yang kuatKarena ponsel dengan radio digunakan sebagai media hiburan. Maka pengguna harus memilih ponsel radio dengan daya tahan mumpuni untuk digunakan sebagai media komunikasi dan hiburan. ( kategori baterai ponsel kuat adalah dapat menyala seharian)

3. Pilih ponsel radio dengan fitur tambahanKarena ponsel radio biasanya memiliki banyak fitur tambahan, tak ada salahnya memilih ponsel radio dengan fitur yang cocok bagi pengguna. Sebagai contoh fitur lampu senter, dengan fitur tambahan seperti lampu senter pengguna dapat terbantu melakukan aktifitas lain diluar penggunan ponsel

.4. Pilih ponsel radio yang memiliki lubang handsfree 3.5mmKarena dengan ponsel yang memiliki lubang handsfree 3.5mm pengguna dapat mendengarkan radio lewat speaker. Sehingga suara yang dihasilkan jauh lebih bagus dan halus.

5. Pilih ponsel radio yang memiliki fitur A2DPKarena dengan fitur ini, pengguna dapat terbebas dari belitan kabel ketika mendengarkan radio. Fitur A2DP dapat mendukung handsfree bluetooth stereo. (dwi/jpnn)

Posting : radio akbar fm