Jumat, 18 Juli 2008

Tips Presenter Radio

ANDA ingin menjadi presenter radio ? Di era keterbukaan sekarang peluang berkarir di radio sangatlah terbuka. Anda bisa memulai di radio lokal yang bila dikembangkan terus skill-nya akan berakhir di Washington atau London. Radio sampai sekarang merupakan medium jurnalistik sangat penting dan belum tergantikan televisi.
Presenter radio diperlukan mengikuti era multimedia sekarang ini. Oleh sebab itu ada beberapa tips yang bisa bermanfaat untuk menjadi presenter radio khususnya presenter bidang news dan current affairs.
1. Wawasan mengenai peristiwa lokal, nasional dan internasional. Seorang presenter apalagi menyampaikan berita setiap hari.
2. Suara yang standar. Setiap orang memiliki warna suara. Temukan suara Anda dengan berlatih. Suara adalah perangkat penting dalam radio. Oleh karena itu menyadari pentingnya pita suara dalam diri seorang presenter merupakan hal esensial. Apakah warna suara ana bas, bariton atau melengking, semuanya masih memungkinkan tergantung dari radio yang akan dimasuki.
3. Otoritatif namun rileks. Radio adalah medium yang intim. Suara Anda perlu otoritatif namun terdengar akrab. Nada otoritatif itu bisa digambarkan sebagai suara yang akrab di telinga namun mengandung suasana yang lugas dan langsung. Dia tidak basa basi dan berpanjang-pangjang namun terdengar alamiah dan mengalir.
4. Semangat dalam menyampaikan informasi. Sikap antusias dalam menyampaikan informasi merupakan bekal sangat penting. Prinsipnya, jika Anda antusias karena kabar yang disampaikan sesuatu yang baru dan perlu diketahui pendengar maka sikap yang keluar dari suara Anda juga seolah-olah mengajak pendengar untuk mengikutinya. Sebaliknya jika Anda tidak ansusias suda dapat diguga pendengar pun malas mengikutiny.
5. Jadikan siaran Anda "your show". Anggap ini adalah panggung Anda. Presentasi merupakan sebuah pertunjukkan. Anda harus menganggap sebagai sopir dan pengendali yang menguasai "panggung" siaran. Setiap nada, intonasi dan suara yang keluar dari diri Anda menjunjukkan bagaimana jalannya siaran itu seharusnya. Seperti halnya teater maka dalam penyampaian pun ada pembukaan, isi dan penudup. Ada nada suara tinggi, rendah dan menekankan. Semuanya disampaikan bukan dengan sikap membosankan.
Perlu juga saya tambahkan tips presenters ini dari situs BBC. Presenter sebenarnya "penghubung" satu bagian dengan bagian lain dari siaran. Oleh sebab it kadang-kadang presenter merekam atau menyampaikan secara langsung "links" itu.
Tips dari BBC:
1. Tenang. Suara bicara yang alamiah kadang-kadang terlalu cepat untuk pendengar oleh karena itu tenanglah suaranya dan perlahan-lahan menyampaikan informasi yang Anda sampaikan.
2. Buatlah setiap kata-kata itu berarti. Baca naskah dengan rasa percaya diri dan katakan setiap kata dengan tepat. Jangan mengakhiri kalimat tidak lengkap.
3. Bersikaplah seolah-olah Anda bicara kepada orang tertentu. Bayangkan Anda meneceritakan sesuatu kepada satu orang di dalam pikiran Anda.
4. Hindari rasa canggung dan gelisah. Nanti kedengarannya aneh di telinga pendengar.
5. Tersenyumlah. Mungkin ini terdengar baik, seperti Anda lihat sendiri kadang-kadang sikap tersenyum membuat suara lebih bersahabat.
6. Ingat suara Anda bagus seperti orang lain. Setiap orang bisa bicara lamban atau menyajikan dengan jelas tidak jadi soal apakah aksen anda tinggi atau rendah. (journalist-adventure.com).*
Sumber : shintabroadcast.wordpress.com
Posting : akbar fm

Rabu, 04 Juni 2008

Banyak Yang Berhasil Jadi Penyiar Radio .

Sebuah tulisan dibuat untuk mengenang kembali saat pertama kali mengenal dunia broadcast ,
Saat itu di kota kami Bontang – Kaltim belum banyak radio swasta dan radio komunitas yang
Mengudara , saat itu hanya radio gelombang pendek/ radio siaran luar negeri berbahasa indonesia .
Saat itu terpikir bagaimana caranya buat radio untuk hiburan saat senggang . keinginan itu tidak
Berlangsung lama karena ada teman yang mau diajak sama-sama mendirikan radio .
Radio sudah bisa mengudara tapi dengan penuh keterbatasan ,dari tape ,mikrofon,dll semuannya
Serba sederhana pokoknya saat itu bisa siaran lancar aja sudah bagus .
Tanpa terasa siaran sudah berlangsung ada beberapa bulan sudah mulai banya fans yang
Berkunjung sekedar ingin tahu dan ada pula yang coba –coba siaran yang akhirnya jadi keterusan .
Banyak yang belajar saat itu , memang kalau betul-betul mau belajar siaran saya tidak membatasi
Tapi kalau hanya untuk main-main saya larang . takutnya ada salah bicara saat siaran bisa bahaya .
Syukur saja berawal dari belajar siaran sekarang banyak alumni yang siaran diradio swasta dan radio
Komunitas dikota kami . rasannya bangga bila mendengar dia saat siaran terlebih dapat juga senggolan
Dari udara … jadi sekarang tinggal memetik hasilnya .dan sekarang sudah banyak bermunculan radio
Swasta yang meramaikan tidak sepi seperti dulu lagi dikota kami , salah satunnya Radio Akbar Fm
Yang nama lengkapnya Radio Akbar Media Utama ( news and music radio station ).

Posting : radioakbarfm

Kamis, 29 Mei 2008

Mengelola Bisnis Radio .

Radio adalah bidang usaha, kurang lebih sama dengan usaha lainya. Artinya sebuah radio yang baru berdiri di haruskan membuat perencanaan yang matang, tentang ; segmentasi pendengar, pasar yang akan di raih, format musik dan kelas pendengar yang akan di tuju sebelum resmi on air. Dan yang tak kalah penting adalah promosi, karena sebuah usaha baru harus "di perkenalkan" terlebih dahulu kepada masyarakat, ini menyangkut awernes. Promosi selain di tujukan kepada masyarakat umum (calon pendengar ), juga yang tak kalah penting kepada produsen ( pemasang iklan ).
Ada 3 tipe radio yang perlu diketahui :
1. Tipe radio yang berjalan sambil belajar
Artinya radio ini tidak matang dalam merencanakan program acara, segmentasi pendengar dan format musiknya. Dan juga melupakan faktor promosi Biasanya radio hanya melakukan promosi hanya melalui medianya sendiri yakni radio dan melupakan segi promosi lainnya yang sangat penting, seperti berpromosi lewat off air , Spanduk, Leaflet , Poster , Baliho dll. Radio hanya mengandalkan promosi dari 1 pendengar ke pendengar lainya. Ini sudah bisa di pastikan aware yang akan diraih memerlukan waktu yang lama dan berpengaruh pada jumlah pendengar serta pendapatan iklan mereka.
Sering terjadi pada tipe radio seperti ini mengganti program acaranya sebelum masanya. mereka jarang sekali berpikir untuk mencari pendengar baru, terlalu cepat puas dengan pendengar yang ada. Ini dapat dilihat pada acara terima telpon, yang menelpon ke radio tersebut hanya pendengar itu itu saja.
2. Tipe radio yang setengah matang
Radio ini lebih bagus dari yang pertama, mereka merencanakan program acara, format musik, segment yang akan di raih serta kelas pendengar, tapi hanya dalam waktu yang relatif sangat singkat. Biasanya waktu yang mereka pergunakan hanya 1 bulan mulai dari pengrekrutan penyiar, operator, musik director, tenaga marketing dan administrasi hingga masa training. Sehingga pada saat resmi on air, penyiar dan karyawan pendukung lainnya masih terdapat kekurangannya, biasa dikatakan mereka baru menyerap 60% dari materi yang harus mereka kuasai. Radio tipe ini juga melakukan publikasi off air tetapi dengan media yang terbatas, contoh : spanduk 5 buah, leaflet 100 lembar, dan umbul - umbul 10 buah, untuk penempatannya pun tidak inpack.
3. Tipe radio matang 90 %
Radio tipe ini jauh lebih bagus dari pada 2 tipe radio di atas. Sebelum on air ,mereka punya rencana persiapan yang matang mengenai segala hal yang berhubungan dengan radio dan sarana pendukung lainnya. Persiapan yang mereka lakukan biasanya memakan waktu selama 3 bulan,
Yang tidak mereka lupakan adalah promosi, untuk hal ini mereka melakukannya dari segala aspek pandang dan baca yakni : spanduk, baliho, leaflet, koran, umbul - umbul dan lain2. Media promosi dibuat sebanyak-banyaknya sesuai dengan kebutuhan dan dipasang di tempat-tempat yang stategis,. sudah jelas untuk mencari awarnes dan prestise bagi radio tersebut, yang nantinya akan memudahkan mereka di dalam memperoleh iklan dan tentu saja pendengar.
Mereka juga memiliki fasilitas-fasilitas pendukung lainnya, yang di butuhkan utk kelancaran siaran seperti: internet, majalah atau koran, ruang produksi, dan hal - hal lain yang menunjang program siaran.
Mungkin masih banyak orang yang menduga bahwa dunia radio adalah dunia penyaluran hobi dan bahkan ada yang beranggapan dunia radio itu tidak akan menghasilkan keuntungan. Hal ini yang harus segera dirubah, bahwa dunia radio bukan hanya sekedar hobi tapi merupakan lapangan usaha yang harus digarap dengan serius untuk mencapai suatu keuntungan yang dicita-citakan setiap perusahaan.
Saat ini dunia radio sedang mengalami peningkatan yang sangat pesat dan ini memerlukan persaingan juga kesiapan dari masing-masing management perusahaan radio itu sendiri untuk menjadi yang terbaik. . Jadi bagi orang atau management perusahaan yang menganggap remeh akan terlempar dari persaingan ini.
Untuk itu ada Beberapa yang mungkin harus dihindari dan hal-hal yang harus diambil dalam dunia radio.
1. Mengambil SDM asal kenal tapi tidak memiliki skill
2. Mengudarakan penyiar yang belum "siap" siaran
3. Memperkerjakan tenaga marketing yang belum tahu dunia radio
4. Pemancar yang belum maksimal artinya di saat on air masih kecil terpantau ( noise ) .
5. Lokasi siar yang kurang tepat dengan segment pendengar / pasar .
6. Siaran tanpa format yang jelas
7. Berbicara terlalu lama di saat siaran
8. Memilih - memilih pendengar ( tdk adil terhadap pendengar )
9. Tdk menguasai materi yang akan di sampaikan ke pendengar
10.Tidak membuat event Of f Air
11.Sering ganti- ganti acara/ penyiar dalam waktu singkat ,dll.


Semua ini sedikit informasi mengenai dunia radio yang bisa disampaikan, agar menjadi perhatian bersama,
Dalam mengelola radio ,khususnya bagi pemula .
Terimakasih .

Posting : akbarfm
Sumber : radiofmblogger.blogspot.com